5 Bagian Rumah Adat Lampung yang Unik Banget!

Lampung merupakan salah satu provinsi yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera. Rumah adat Lampung memiliki keterangan dan fungsi sendiri-sendiri berdasarkan bagian- bagiannya. Rumah adat Lampung disebut Nuwo Sesat, Nuwo artinya adat sedangkan Sesat artinya Balai.

Fungsi setiap bagian ini biasanya lebih dipengaruhi oleh bentuk dan fungsi masing- masingi dan kegunaannya yang disesuaikan dengan adat yang berkembang di wilayah lampung dan fungsi dari setiap-setiap bangunannya. Berikut ini bagian-bagian rumah adat Lampung beserta fungsinya yang wajib kamu ketahui :

1. Ijan Geladak

Ijan Geladak

Ini adalah bagian dari rumah adat lampung yang berupa tangga yang memiliki atap diatasnya yang disebut Rurung Agung, fungsinya adalah sebagai tempat untuk naik para purwatin atau penyimbang menuju ke Ruang Pusiban untuk melaksanakan pepung adat atau musyawarah.

Fungsi lain dari Ijan Geladak adalah sebagai jalan bagi penjaga pepungan adat untuk menyampaikan kepada para purwatin jika ada tamu hendak menemui para purwatin ketika sedang melaksanakan pepungan adat.

Selain itu sebagai tempat untuk menyambut tamu kehormatan maupun digunakan sebagai pintu masuk menuju ruang serambi dan ruang utama para purwatin maupun tamu- tamu kehormatan. Biasanya penyambutan ini diringi dengan tarian khas Lampung.

2. Anjungan atau Serambi

Anjungan atau serambi

Anjungan atau serambi ini letaknya diluar dari Ruang Pasiban, Ruangan anjungan ini biasanya untuk tempat menyambut tamu kehormatan hingga pertemuan kecil para purwatin. Selain itu, Anjungan ini digunakan untuk istirahat para purwatin ketika mereka melakukan pepung adat.

Anjungan ini juga digunakan sebagai tempat untuk menghibur para purwatin yang ketika sedang jeda atau istirahat saat musyawarah berlangsung.

3. Ruang Pusiban

Ruang Pusiban

Ruangan ini adalah ruangan yang bisa dikatakan sebagai ruangan utama dari bangunan Nuwou Sesat atau rumah adat Lampung ini. Tidak semua orang boleh memasuki ruangan ini kecuali para purwatin atau penyimbang.

Ruangan ini digunakan sebagai tempat untuk melakukan Pepungan adat, acara musyawarah masyarakat lampung apabila terjadi masalah penting yang harus diselesaikan secara adat, dan juga untuk membahas mengenai acara-acara adat tahunan masyarakat lampung.

Ruangan ini masih disakralkan oleh masyarakat lampung hingga kini, sebab hanya tamu kehormatan dan para purwatin dari adat saja yang boleh mengikuti musyawarah dan masuk ke dalam ruangan tersebut.

4. Ruang Tetabuhan

Ruang Tetabuhan seperti namanya adalah tempat untuk “menabuh” di Jawa yang di tabuh atau pukul biasanya adalah alat musik gamelan, hal senada juga dilakukan oleh masyarakat lampung dan ruangan ini adalah tempat untuk menyimpan alat musik gamelan lampung.

Musik gamelan ini digunakan untuk menghibur para purwatin apabila mereka sedang jeda atau istirahat ketika melakukan musyawarah. Gamelan di jawa dan di lampung memiliki banyak kemiripan sebab terpengaruh oleh kebudayaan Kesultanan Banten.

5. Ruang Gajah Merem

Ruang Gajah merem ini bukan tempat untuk Gajah tidur, Gajah adalah binatang khas yang endemik di wilayah Lampung sehingga Gajah sering didientikkan sebagai pemimpin. Yang disebut Gajah di sini adalah Para Purwatin.

Ruangan Gajah Merem ini digunakan untuk tidur para purwatin yang sedang melakukan Pepungan Adat . Sebab, pepungan adat di Lampung ini bisa berlangsung selama berhari-hari sehingga disediakan tempat untuk tidur bagi para purwatin.

Nah. itulah keunikan bagian-bagian dari rumah adat Lampung Nuwou Sesat beserta fungsinya yang harus kamu ketahui. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply