IPK Rendah Susah Cari Kerja

Mahasiswa kupu – kupu, berangkat kuliah, lalu pulang dan begitu saja kesehariannya.

Terbuai akan kata – kata “IPK tinggi itu tidak penting, yang penting ilmunya!”

Memang itu tidak sepenuhnya salah, hanya saja rasa bodo amat terhadap IPK itulah yang fatal.

Saat status kemahasiswaan Anda masih diakui, tentu IPK bukan hal besar dalam hidup Anda.

Hanya terkait pada jumlah SKS yang bisa atau tidak Anda ambil.

Faktanya, setelah Anda resmi dinyatakan lulus, IPK akan sangat membantu untuk mengisi persyaratan penerimaan pegawai, baik di perusahaan atau instansi pemerintahan.

IPK rendah susah cari kerja?

Bisa dikatakan semakin tinggi IPK, semakin besar pula kesempatan untuk mendaftar kerja, sehingga apabila IPK Anda rendah maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk posisi tertentu di perusahaan.

Alasan IPK rendah susah cari kerja:

1. Kesempatan berkarier sangat rendah

Sumber Gambar: touchmba.com

Kesalahan pertama para pencari kerja sudah di lakukan semenjak awal perkuliahan, yaitu malas – malasan mengejar IPK.

Iya, IPK memang bukan segalanya, tetapi dengan IPK yang bagus setidaknya bisa membukakan kesempatan bagi Anda untuk berkarier di beberapa posisi penting dalam perusahaan.

Jika Anda masih mahasiswa, ayo! Lebih maksimalkan potensi diri Anda agar ilmu dan nilai yang didapat maksimal.

Apabila Anda sudah terlanjur lulus dengan IPK dua koma sekian, atau bahkan berkepala satu, tidak ada lagi yang bisa Anda harapkan untuk merubah angka tersebut.

Lalu bagaimana agar bisa bekerja dengan IPK rendah? Solusinya adalah mencoba membuka usaha sendiri.

Setiap orang memiliki potensi masing – masing, kembangkan potensi Anda agar bernilai ekonomis.

Namun, jangan pesimis, masukan saja surat lamaran kerja di beberapa perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan.

Untuk contoh surat lamaran kerja, anda bisa googling sendiri.

2. Hanya posisi tertentu yang tidak membutuhkan IPK sebagai persyaratan

Sumber Gambar: studentdoctor.net

Hampir setiap posisi strategis selalu mematok para calon karyawannya lulusan sarjana dengan IPK tinggi.

Bukan tanpa alasan, tetapi persyaratan tersebut tentunya agar perusahaan memiliki jaminan bahwa pelamar kerja mumpuni pada bidangnya.

Singkatnya, HRD atau panitia seleksi tidak dapat menilai kemampuan Anda secara fisik, salah satu indikator penilaian tersebut yaitu IPK.

Selain perusahaan, instansi pemerintahan juga memiliki kriteria khusus.

Bukan hanya IPK saja yang di perhatikan, tetapi juga akreditasi kampus dan program studi dimana calon pelamar tersebut menuntaskan pendidikan.

Baik negeri atau swasta, hanya ada beberapa posisi yang tidak membutuhkan IPK tinggi seperti marketing, kreatif, wartawan serta kurir.

Baca juga artikel terkait IPK dan pencarian pekerjaan di https://celticstown.com/ .

3. HRD punya standar penilaian

Sumber Gambar: wikihow.com

Sebelum pelamar diberi kesempatan untuk ikut ujian tertulis, kesehatan bahkan interview, berkas – berkas lamaran di sortir terlebih dahulu oleh HRD.

Apa yang akan sangat menentukan? Salah satunya yaitu semua persyaratan pengajuan pekerjaan dipenuhi tak terkecuali batas minimal IPK.

Apabila IPK Anda di bawah standar yang telah di tentukan, maka tidak usah berharap terlalu banyak.

Utamanya adalah lolos tahap administrasi terlebih dahulu.

Hal inilah yang membuat para pemilik IPK tinggi terselamatkan dengan nilai yang diraih.

Kondisi seperti demikianlah yang membuat IPK memiliki fungsi seperti tiket untuk mendapatkan kesempatan di tahap seleksi lebih lanjut.

Pada dasarnya kemampuan seseorang tidak melulu dilihat dari IPK, tetapi yang bisa dilihat oleh HRD atau panitia seleksi adalah IPK Anda.

Kenyataan bahwa IPK rendah susah cari kerja memang sangat masuk akal untuk di terima.

Sepandai – pandainya orang, pasti akan kalah dengan yang beruntung.

Tapi, siapa yang bisa menjamin keberuntungan itu datang tepat waktu? Tidak ada!

Leave a Reply