Begini Cara Menulis Resensi Buku Non Fiksi

Cara Menulis Resensi Buku Non Fiksi – Menulis resensi termasuk salah satu materi yang biasa diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Cara menulis resensi buku non fiksi tentu berbeda dari menulis artikel lain ataupun resensi buku fiksi. Kita harus tahu prosedur teknik resensi buku. Berikut adalah beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dalam meresensi sebuah buku fiksi.

Prosedur dan Cara Menulis Resensi Buku Non Fiksi

Old vintage typewriter, close-up.

  1. Jenis Buku

Jenis atau bentuk buku fiksi maupun non fiksi terbilang beragam. Mulai dari roman, novel, biografi, otobiografi, hingga buku pengetahuan umum. Seorang resentator atau orang yang meresensi buku harus menyebutkan apakah buku yang diresensi termasuk buku fiksi ataupun non fiksi.

  1. Keaslian Ide

Buku yang diresensi haruslah merupakan sebuah karya asli dari sang penulis atau salinan dari buku lain yang sebelumnya sudah pernah keluar.

  1. Bentuk

Bentuk ataupun format buku fiksi juga penting diperhatikan sebagai salah satu cara menulis resensi buku non fiksi. Termasuk di antaranya adalah kertas, ilustrasi, jenis huruf yang digunakan, sampul dan lain sebagainya.

  1. Isi dan Bahasa

Resentator perlu juga untuk memperhatikan isi serta bahasa dari buku yang hendak diresensi. Unsur-unsur intrinsik sangat perlu untuk diperhatikan seperti tema, alur dan lain-lain. Bahasa yang digunakan penulis juga meliputi segi struktur kalimat, gaya bahasa dan juga ungkapan. Termasuk di antaranya adalah apakah bahasa yang digunakan penulis menggunakan bahasa sehari-hari yang tidak membosankan dan mudah diketahui pembaca, serta apakah kata-kata tersebut mudah diterima atau tidak.

  1. Simpulan

Cara menulis resensi buku non fiksi pada bagian akhir akan menyebutkan simpulan terkait apakah buku tersebut layak dibaca atau tidak.

Cara Menulis Resensi Buku Non Fiksi dan Apa Saja Yang Harus Ada

Child write in a notebook. Close up hand and pen

Resensi yang baik haruslah memuat beberapa hal yang mendukung isi atau konten resensi buku tersebut. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Data Buku atau Identitas Buku

Data buku yang dimaksud di sini meliputi judul buku, nama penulis buku, nama penerbit, cetakan serta tahun terbit hingga jumlah halamannya. Apabila buku merupakan terjemahan, maka sertakan pula judul asli serta nama penerjemahnya.

  1. Judul Resensi

Judul resensi ini biasanya akan sama dengan judul buku. Beberapa resensi akan menggunakan judul yang berbeda, asal tetap sama dengan konteks buku tersebut.

  1. Ikhtisar Isi

Ikhtisar ialah bentuk singkat dari buku yang diresensi. Istilah singkatnya adalah rangkuman. Ikhtisar tidak harus mempertahankan urutan karangan ataupun buku asli, sementara ringkasan haruslah sesuai urutan buku non fiksi yang asli. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait cara menulis resensi buku non fiksi agar bisa membuat ikhtisarnya.

Di antaranya adalah membaca terlebih dahulu naskah buku non fiksi aslinya, mencatat gagasan inti ataupun isi pokok dari tiap bab dan menulis kembali beberapa gagasan yang dianggap memiliki nilai dalam buku non fiksi tersebut.

  1. Kelebihan dan Kekurangan Buku

Resentator haruslah membagikan pengalamannya terkait kelebihan serta kelemahan dari buku non fiksi yang sudah dibacanya. Dapat pula diberikan ulasan objektif agar pembaca bisa menilai sendiri apakah buku tersebut layak dibaca atau tidak.

  1. Kesimpulan

Bagian terakhir dari resensi sebuah buku ialah kesimpulan mengenai apa yang didapat setelah membaca buku tersebut. Kesimpulan dapat pula berisi imbauan kepada pembaca. Cantumkan pula nama kita sebagai pihak yang meresensi. Demikian adalah cara menulis resensi buku non fiksi yang bisa diterapkan.

Leave a Reply